Cutteristic, Kerajinan Tangan Eksklusif dari Kertas dan Cutter

Unic77.net - Kerajinan tangan nan kreatif seorang paper artist Dewi Kucu sangat berbeda dengan yang lain. Ia menggunakan kertas sebagai bahan untuk karya yang eksklusif ini hanya dibantu dengan cutter. Ditambah, ia selalu membubuhkan filosofi bermuatan budaya Cina dan Indonesia di setiap karyanya. Di bawah label Cutteristic, ia menawarkan berbagai macam cendera mata unik buatan tangan untuk kado ulang tahun, pernikahan, pensiun, pacar, sahabat, ayah, ibu, kolega, atasan, atau pimpinan.



Seni ukir kertas ini berawal dari kesenian tradisional Cina yang sudah ada sejak kertas pertama kali ditemukan. Di sana, para pengrajin menggunakan gunting kecil dan kertas roti tipis. Namun dalam membuat paper art atau paper cutting, Dewi lebih memilih menggunakan cutter, agar bisa menjangkau area-area kecil. Inilah mengapa ia memilih nama Cutteristic pada usahanya, karena dalam membuat sesuatu yang artistik, ia memang menggunakan cutter sebagai salah satu alatnya. Paper cutting yang sudah jadi dimasukkan kedalam bingkai kayu untuk dipajang di dinding atau meja

Setelah belajar teknik arsitektur di Universitas Tarumanegara, Dewi pertama kali mengembangkan keterampilan dalam membuat kerajian cutting-nya untuk membuat model bangunan miniatur. Awal ketertarikannya bermula ketika suatu hari dia melihat foto paper cutting sederhana di salah satu majalah, yang bentuknya mirip kartu ucapan Natal. Dari situlah, Dewi berpikir untuk mencoba membuatnya sendiri. Ia mencobanya dari gambar yang sederhana seperti tokoh kartun.

Ketika itu Dewi juga masih bekerja di sebuah perusahaan interior besar. Ia pun memanfaatkan kertas-kertas bekas katalog di kantornya untuk membuat paper cutting. Di karya kedua, ia mulai mencoba memakai cutter. Ternyata hasilnya jauh lebih rapih dan lebih cepat daripada menggunakan gunting. Di karya ketiga, Dewi mulai membuat paper cutting yang lebih detail dengan banyak lekukan. Semua kegiatannya itu ia lakukan hanya di kala waktu senggang saja.


Dewi mengaku hobinya membuat keterampilan menurun dari ibunya, yang juga sangat suka membuat keterampilan. Namun lucunya, ketika ia mulai membuat paper art, Ibunya protes karena membuat rumahnya menjadi berantakan dengan sampah-sampah kertas. Tapi sekarang, sang ibu justru senang dengan pekerjaannya, karena dengan karyanya ini nama Dewi Kucu jadi dikenal sebagai seorang paper artist.

Sejak kecil, Dewi memang sudah menyukai bidang keterampilan. Ia menyukai desain yang rumit, tantangan di setiap proses pembuatan – semakin rumit keahlian memotong yang diperlukan, maka saya makin suka. Cutteristic menyediakan hadiah-hadiah yang dikemas dalam bingkai, juga dekorasi, barang fashion dalam bentuk liontin kalung. Dari keseluruhan jenis karya, yang paling ia sukai adalah paper cutting yang dikemas dalam bingkai atau liontin.

Menjadikan karya paper art sebagai bisnis, bermula dari niat Dewi yang ingin memberikan kado untuk keponakannya yang berulang tahun atau temannya yang menikah, berupa karya paper art buatannya. Ternyata dari situ, mulai banyak yang memesan paper art padanya. Mungkin kado itu dinilai unik dan personal. Orang-orang yang memesan karyanya, lalu memberitahukan ke teman-temanya yang lain. Promosi dari mulut ke mulut pun berlangsung, hingga makin banyak orang yang mengenal karyanya. Selain menerima beberapa pesanan dari teman dan saudaranya, Dewi juga rajin mengikuti pameran dan bazar kecil. Setelah itu ia mulai merambah bisnis online dengan membuat website www.cutteristic.com.

Setelah membuat website, Dewi pun semakin gencar mempromosikan usahanya.  Suatu hari, ia iseng me-mention foto karyanya ke akun twitter beberapa majalah interior. Ternyata ada salah satu majalah yang meresponsnya dengan sangat bagus, dan langsung mengajaknya kerja sama. Setelah itu, pesanan yang diterimanya pun mengalir semakin deras.

Dalam membuat pesanan karya paper art, Dewi memang hanya menggunakan cutter dan kertas art paper. Namun ia masih juga menggunakan bahan kertas bekas, bila karyanya itu hanya untuk dijadikan koleksi pribadi. Cutter yang ia gunakan pun juga cutter biasa yang banyak dijual di pasaran. Hanya saja, cutter yang dimilikinya memiliki bantalan di area telunjuk, karena intensitas tekanan di area itu cukup tinggi, dan untuk mencegah jarinya kapalan. Pasalnya, untuk membuat satu area kecil saja dalam paper art, ia butuh waktu tiga jam, dan mengerjakannya harus serapih mungkin, sebab kalau ada yang salah tidak bisa dibenarkan lagi.
 
Cutter bagi Dewi memang bukan sekedar benda biasa. Benda ini sudah diibaratkannya seperti pensil yang bisa digunakan untuk menulis, menggambar, membuat lekukan, dan lain-lain. Ia juga tidak memakai cutting map, karena dengan hanya menggunakan kertas bekas saja, akan lebih sederhana dan efisien. Saat mencetak pola pun ia juga memakai kertas bekas. Singkatnya, seluruh peralatan yang digunakanya dalam membuat paper art sangat sederhana.

Ketika membuat sebuah karya paper art, Dewi senang menyelipkan unsur-unsur budaya Indonesia, khususnya batik. Ia  juga membuat karya yang bukan untuk dijual yang ia buat secara utuh dalam pola khas Indonesia. Hal yang membuat ia paling senang dan bangga dalam membuat pola kebudayaan adalah karena ia  ingin memperkenalkan keindahan pola tradisional Indonesia yang biasanya hanya bisa dilihat dalam media kain, ukiran kayu atau batu – ke media baru yaitu kertas yang terpotong. Memang sebagian besar karyanya yang ada unsur gabungan budaya Indonesia dan Cina, hanyalah sebuah karya idealis yang hanya diperuntukkan bagi dirinya sendiri. Namun ketika menerima pesanan, Dewi pun selalu mencari cara agar tetap bisa memberikan unsur budaya.
Cutteristic dengan Pola Batik Hokokai

Keindahan yang tersaji pada motif batik Indonesia memang menjadi inspirasi Dewi dalam berkarya. Ia pun selalu mencari nilai sejarah dari kain batik, seperti batik Megamendung, batik Tegal Parang, batik Sekarjagat, dan lainnya. Setiap karakter batik-batik itu kemudian ia sesuaikan dengan profil pemesan karyanya.

Dari sekian banyak motif batik, Dewi mengaku paling menyukai motif batik Megamendung, karena yang paling dirasa cocok dengan image Cutteristic. Dalam motif batik Megamendung ada unsur kebuayaan asli Cina, meskipun lahir di Indonesia. Selain itu motif itu juga melambangkan kesuburan, yang bisa berarti juga harapan kelancaran untuk sebuah usaha. Dewi pun menggunakan motif ini pada kartu namanya. Selanjutnya, ia tertarik juga ingin mendalami batik motif khas Kalimantan.

Pada website Cutteristic, terdapat tagline ‘passion and obsession’. Menurut Dewi, kata ‘passion’ berarti semangat. Di mana saat ia sedang memotong-motong kertas, meski kecil dan detail, itu bisa menjadi semacam pelepas stres untuknya. Jadi ada kontradiksi antara dirinya yang dituntut harus serba cepat, tapi tetap bisa mengerjakan hal detail yang rumit sekalipun. Di situlah ia perlu passion.

Sementara ‘obsession’ bermakna tentang bagaimana caranya ia bisa membuat orang bisa menghargai karya seni melalui metode yang telah ia modernkan. Jadi, orang bisa melihat batik bukan sebagai barang kuno. Batik juga tidak selalu dicanting, karena yang ia lakukan sebetulnya juga bisa disebut dengan membatik, hanya saja dengan menggunakan cutter.


Melihat karya dan idealismenya, Dewi bisa dibilang juga sebagai seorang seniman. Menurut Dewi, seniman sebaiknya jangan selalu mengharapkan untung, karena bila demikian misi utamanya untuk menyampaikan karya seni bisa hilang. Dewi sendiri mengaku hanya mau membuat apa yang ada di kepalanya saja. Ia sering membuat sesuatu hanya karena semata-mata suka dan sama sekali tidak memikirkan, apakah ada yang beli atau tidak.

Dewi berpesan bahwa ia menginginkan orang-orang tahu, kita dapat membuat sesuatu yang indah dari bahan yang sederhana misalnya kertas. Hal inilah yang membuat ia mau mengajar di lokakarya, untuk berbagi kepada mereka yang ingin mengetahui cara membuat sesuatu yang luar biasa dari barang yang dapat kita temui sehari-hari. Tidak perlu berusaha menciptakan karya yang luar biasa, karena yang terpenting adalah kemauannya  untuk meluangkan waktu dan usaha untuk mencoba, mengaplikasikan dan menginovasikan sesuai dengan apa yang dianggap nyaman untuknya.

Untuk mengenal lebih jauh berikut ini ada beberapa kerajinan Cutteristic yang mungkin barangkali Anda tertarik dan terinspirasi darinya. 

Karya Kerajinan Tangan Cutteristic

Kado Sertijab
Family Portrait

                          
Cutteristic Baby Newborn

Cutteridtic Wedding Invitations

Cutteristic, Kerajinan Tangan Eksklusif dari Kertas dan Cutter Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Tyas Minarsih