Apakah Sebaiknya Anda Resign dari Pekerjaan?


Resign, mungkin banyak sekali alasan mengapa seseorang untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya atau memilih tobat jadi karyawan dengan alasan ingin menjadi usahawan. Ketika saya mengikuti event dari detikfinance, d'Preneur Bersama CEO Go-Jek dan Brodo saya sempat mengobrol dengan salah satu peserta. Beliau memberikan tips ketika mau resign dari pekerjaan. Yaitu, sebelum resign/mengundurkan diri hitunglah biaya pengeluaran Anda selama 1 bulan kemudian kalikan dengan 12. Artinya apa?. Anda harus memiliki pegangan sejumlah itu. Ketika anda memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan, uang sebanyak pengeluaran setiap bulan dikalikan dengan 12 akan mampu menutupi biaya kebutuhan Anda selama 12 bulan ke depan.

Dalam hemat saya, nilai pengeluaran dikalikan dengan 12 masih kurang, tambahkanlah uang yang kalian sedekahkan tiap bulan dalam formula tersebut. Sehingga tidak memutus Sedekah yang sudah dilakukan rutin setiap bulannya.

Memang hal yang lumrah ketika kita bekerja dengan orang lain pastinya akan ada gesekan antara anda dengan atasan atau anda dengan teman kerja. Lalu apakah hal ini langsung menjadikan Anda tiba-tiba berpikiran konyol untuk memutuskan resign dari pekerjaan?. Tentunya tidak kan?. Disini penulis akan memberikan acuan "lebih baik" (Bisa mencari pekerjaan yang lain atau usaha sendiri) Anda resign jika menemui hal-hal sebagai berikut di Kantor:

1. Atasan tidak menghargai hasil kerja dan kontribusi

Semua orang suka dengan pujian, terlebih orang yang sudah bekerja keras dan memberikan segalanya untuk perusahaan. Sudah direwangin nginep di kantor nglembur/overtime, namun tidak ada penghargaan atau pujian?. Seorang atasan perlu berkomunikasi dengan karyawannya untuk mencari tahu apa yang membuat mereka merasa baik (misalnya, kenaikan gaji atau pengakuan publik). Inilah yang namanya pentingnya reward.

Jangan meremehkan kekuatan tepukan di punggung karyawan terbaik Anda, terutama dengan karyawan yang betipe motivasi intrinsik. Semua orang menyukai pujian, begitu juga dengan orang-orang yang bekerja keras dan memberikan semua sumber daya mereka.

Manajer perlu berkomunikasi dengan para karyawan mereka untuk mencari tahu apa yang membuat mereka merasa baik (untuk beberapa orang hal itu semisal kenaikan gaji, bagi orang lain mungkin pengakuan sosial) dan kemudian untuk menghargai mereka atas pekerjaan yang dilakukannya dengan baik. Dengan karyawan terbaik, ini akan sangat berpengaruh jika Anda melakukannya dengan benar.

2. Pekerjaan melebih Jobdesc yang telah ditentukan

Hal ini terjadi karena manajemen perusahaan yang kurang tepat. Okelah, kita memang dituntut untuk multitasking, namun hal ini harus diimbangi dengan business planning yang tepat sehingga tidak membuat si karyawan penerima pekerjaan yang banyak menjadi stress secara terus menerus.

3. Tidak menghormati komitmen

Ketika atasan tidak menghormati komitmen seperti janji manis kenaikan gaji atau kenaikan jabatan, Mungkin hal ini perlu anda antisipasi untuk melangkah lebih lanjut, "Memutuskan Resign". Anda pastinya melihat atasan sebagai orang yang bisa dipercaya dan memegang janji. Tapi, ketika janji itu tak dipenuhi, sebaiknya Anda tanyakan di dalam diri anda, "Jika bos tidak menghormati komitmennya, mengapa karyawan harus menghormati komitmennya pada perusahaan".  Namun, sebelumnya coba bicarakan dulu, mungkin saja perusahaan lupa.... hehehe.

4. Tidak membiarkan pegawainya mengejar passion


Penulis pernah dimintai untuk memberikan pelatihan ke salah satu karyawan di sebuah perusahaan mengenai develop sebuah website. Nah, si karyawan ini juga diminta untuk memegang pekerjaan keuangan, akhirnya yang saya rasakan hanyalah training yang membuang waktu. Selain karena si karyawannya enggak passion di bidang develop website juga karena diberikan pekerjaan yang melebihi job descnya. Inilah kesalahan dari pihak HR nya tidak melihat passion si karyawannya cocok dibidang apa. Karyawan berbakat sangat bergairah terhadap kerjaan mereka. Memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengejar gairah (passion) mereka akan meningkatkan produktivitas dan kepuasan kerja mereka.

Mengikuti apa yang karyawan sukai akan membuat hasil pekerjaan lebih baik dan memuaskan. Sebuah studi menunjukkan bahwa orang yang mengikuti passion mereka dalam pekerjaan akan membuat mereka lebih produktif.

5. Merekrut dan mempromosikan orang yang salah

Karyawan yang bekerja keras ingin bekerja dengan profesional dan menggunakan hati. Namun, ketika atasan tidak bisa merekrut orang yang tepat dan baik, maka ia hanya akan menciptakan kondisi kerja yang penuh kecemburuan.

Salah mempromosikan orang pun sama buruknya dengan salah merekrut pegawai. Ketika Anda bekerja keras demi mencari sebuah promosi, namun promosi itu justru diberikan kepada orang lain yang hanya memintanya tanpa bekerja keras, itu adalah alasan yang tepat untuk Anda meninggalkan perusahaan itu.

Pikir-pikir matang dulu yah sebelum Anda resign, penulis inginmemotivasi aja jika ada diantara kalian yang ingin tobat dari pekerjaan menjadi karyawan dan ingin sukses karena bosan menjadi karyawan. Jika ingin mendapatkan contoh surat resign penulis juga menyediakan, silahkan dibaca contohnya disini.

Apakah Sebaiknya Anda Resign dari Pekerjaan? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Fatih Collection